Wajahnya pucat,seluruh tubuhnya dingin
Matanya sayu dan terlukis kerapuhan
Jemari-jemarinya yang lemah berusaha meraih
serpihan hatinya yang berserakan
Memungutnya,dan berusaha menyatukannya lagi
Basah,pipinya dialiri air mata
Ia mendesis pelan...
"sakiit..."
Di Batas kesedihan
Read User's Comments(0)
Langganan:
Postingan (Atom)






